Ads 468x60px

Kamis, Oktober 17, 2013

BURUNG PUYUH

Informasi Umum

Nama Jenis: Burung puyuh
Kategori: Unggas
Komoditas: Unggas Pedaging



Puyuh adalah nama untuk beberapa genera dalam familia Phasianidae. Burung ini berukuran menengah. Burung puyuh dari Dunia Baru (famili Odontophoridae) dan puyuh kancing (famili Turnicidae) tidak berkerabat dekat namun nama mereka memiliki perilaku dan karakteristik fisik yang mirip. Burung puyuh adalah unggas daratan yang kecil namun gemuk. Mereka pemakan biji-bijian namun juga pemakan serangga dan mangsa berukuran kecil lainnya. Mereka bersarang di permukaan tanah, dan berkemampuan untuk lari dan terbang dengan kecepatan tinggi namun dengan jarak tempuh yang pendek. 

Beberapa spesies seperti puyuh jepang adalah migratori dan mampu terbang untuk jarak yang jauh. Beberapa jenis puyuh diternakkan dalam jumlah besar. Puyuh jepang diternakkan terutama karena telurnya. Spesies Puyuh coklat (Coturnix ypsilophora; bahasa Inggris: 
  • (brown quail) Genus Coturnix Puyuh Biasa, 
  • Coturnix coturnix Puyuh Jepang, 
  • Coturnix japonica Puyuh Stubble, 
  • Coturnix pectoralis Puyuh Selandia Baru, 
  • Coturnix novaezelandiae -- punah Puyuh Hujan, 
  • Coturnix coromandelica Puyuh Harlequin, 
  • Coturnix delegorguei Puyuh Coklat, 
  • Coturnix ypsilophora Puyuh Biru, 
  • Coturnix adansonii Puyuh Biru Asia, 
  • Coturnix chinensis Genus Anurophasis Puyuh Pegunungan Salju, 
  • Anurophasis monorthonyx Genus Perdicula Puyuh Semak Hutan, 
  • Perdicula asiatica Puyuh Semak Bebatuan, 
  • Perdicula argoondah Puyuh Semak Bermotif, 
  • Perdicula erythrorhyncha Puyuh Semak Manipur, 
  • Perdicula manipurensis Genus Ophrysia Puyuh Himalaya, 
  • Ophrysia superciliosa -- kritis/punah Kuliner[sunting] Keluarga burung puyuh termasuk jenis burung yang sering dimakan. 

Ads not by this site
Burung puyuh sering dimasak ala Prancis. Daging burung puyuh juga biasa ditemukan pada masakan Malta, Portugis, dan India. Burung puyuh umumnya dimakan bersama dengan tulangnya karena mudah dikunyah dan karena ukurannya yang kecil sangat menyulitkan untuk mengeliminasi tulang dari dagingnya. Telur burung puyuh juga merupakan makanan yang lezat. Seringkali mereka dimakan mentah bersama sushi dan umum ditemukan pada menu makan siang Jepang. Di Kolombia, telur burung puyuh rebus digunakan untuk pelengkap hot dog dan hamburger. Di Filipina, telur burung puyuh yang direbus dan dicelup dengan saus lalu digoreng dengan banyak minyak adalah jajanan lokal yang populer. Telur burung puyuh dipercaya memiliki kolesterol yang tinggi, namun penelitian menunjukkan bahwa kandungan kolesterol yang terdapat pada telur burung puyuh adalah sama dengan telur ayam.
Reade more >>

Jumat, Oktober 04, 2013

Lebah Lokal Sulawesi (Apis nigrocincta)

Nama Jenis: Lebah Lokal Sulawesi (Apis nigrocincta)
Kategori: Lebah
Komoditas: Lebah Madu

Apis nigrocincta adalah spesies lebah madu yang mendiami pulau Mindanao di Filipina serta pulau-pulau Indonesia Sangihe dan Sulawesi. Apis cerana dan Apis nigrocincta mudah untuk hidup bersama dan juga mereka mudah untuk dibedakan.A. Cerana cenderung menjadi lebih gelap dan lebih kecil, sementara A. nigrocincta cenderung lebih besar dan memiliki clypeus kekuningan (daerah bawah wajah).

Reade more >>

sapi Friesh Holland (FH)

Nama Jenis: sapi Friesh Holland (FH)
Kategori: Sapi
Komoditas: Sapi Perah


Secara umum, sapi perah merupakan penghasil susu yang sangat dominan dibanding ternak perah lainnya. Salah satu bangsa sapi perah yang terkenal adalah Sapi perah Fries Holland (FH). Sapi ini berasal dari Eropa, yaitu Belanda (Nederland), tepatnya di Provinsi Holland Utara dan Friesian Barat, sehingga sapi bangsa ini memiliki nama resmi Fries Holland dan sering disebut Holstein atau Friesian saja (Foley, dkk., 1973; Williamson dan Payne. 1993).
Sapi FH mempunyai karakteristik yang berbeda dengan jenis sapi lainnya yaitu :
* Bulunya berwarna hitam dengan bercak putih.
* Bulu ujung ekor berwarna putih.
* Bulu bagian bawah dari carpus (bagian kaki) berwarna putih atau hitam dari atas turun ke bawah.
* Mempunyai ambing yang kuat dan besar.
* Kepala panjang dan sempit dengan tanduk pendek dan menjurus ke depan.
* Pada jenis Brown Holstein, bulunya berwarna cokelat atau merah dengan putih (Foley dkk., 1973; Ensminger, 1980; dan Makin dkk., 1980).
Sapi FH merupakan jenis sapi perah dengan kemampuan produksi susu tertinggi dengan kadar lemak lebih rendah dibandingkan bangsa sapi perah lainya. Produksi susu sapi perah FH di negara asalnya mencapai 6000-8000 kg//ekor/laktasi, di Inggris sekitar 35% dari total populasi sapi perah dapat mencapai 8069 kg/ekor/laktasi (Arbel dkk., 2001).
Bagaimana dengan sapi FH yang berada di Indonesia ?. Sapi perah FH masuk ke Indonesia dibawa oleh Hindia Belanda pada tahun 1891-1893 dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas sapi perah lokal. Sapi perah FH murni telah ada di Jawa Barat sejak tahun 1900, tepatnya di daerah Cisarua dan Lembang. Dari kedua daerah inilah sapi perah FH kemudian menyebar ke beberapa daerah di Jawa Barat (Makin dkk., 1980).
Sayangnya, produksi susu yang dihasilkan oleh sapi perah FH di Indonesia ternyata lebih rendah, berkisar antara 3000-4000 liter per laktasi. Produksi rata-rata sapi perah di Indonesia hanya mencapai 10,7 liter per ekor per hari (3.264 liter per laktasi) (Chalid, 2006).
Susu, adalah hasil akhir dari rangkaian proses fisiologis yang kompleks dan berulang sehingga terjadi banyak macam interaksi yang berperan dalam menentukan produksi susu. Interaksi yang mempengaruhi produksi susu di antaranya hereditas dan lingkungan.
Faktor lingkungan memegang peranan penting terhadap proses fisiologis dalam tubuh ternak sehingga pada gilirannya akan mempengaruhi kapasitas produksi susu (Sudono, 1990). Menurut penelitian Williamson dan Payne, 1993, pada daerah tropis produksi yang dihasilkan bergantung pada :
1. Teknis pemeliharaan.
2. Kualitas pakan.
3. Ketinggian tempat sapi tersebut dipelihara (iklim).
Teknis pemeliharaan : menjadi penting karena pada sapi FH kapasitas produksi akan selalu mengalami peningkatan dari laktasi pertama ke laktasi selanjutnya, dan meningkat terus sampai umur 6–8 tahun. Setelah periode ini, produksinya akan menurun secara perlahan sampai usia tua. Pada sapi perah FH, umumnya puncak produksi susu dicapai pada laktasi keempat, yaitu pada saat sapi berumur 6–7 tahun (Larkin dan Barret, 1994). Di daerah tropis, puncak produksi susu dicapai pada laktasi ketiga atau keempat. Rincian kapasitas produksi pada laktasi pertama, kedua, ketiga, dan keempat secara berurutan adalah 70, 80, 90, dan 95% dari puncak laktasi umur dewasa. Hal tersebut dapat dicapai dengan cara mengatur selang waktu beranak rata-rata 12 bulan serta sapi beranak untuk pertama kalinya pada umur 2 tahun.
Kualitas pakan : berpengaruh paling besar pada produksi susu (Diwyanto dkk., 2007). Jumlah pemberian pakan hijauan dan konsentrat dapat mempengaruhi jumlah produksi susu dan kadar lemak. Kualitas dan kuantitas pakan yang diberikan harus sesuai dengan kebutuhan atau memenuhi hidup pokok, produksi susu, pertumbuhan, dan kebuntingan sehingga akan dicapai produksi susu yang optimal.
Faktor iklim : apabila lingkungan fisik dan iklim suatu daerah sesuai dengan habitat asalnya dan sapi diberi pakan berkualitas , maka sapi tersebut akan menampilkan semua sifat yang dimiliki secara maksimal. Suhu lingkungan yang tinggi akan menurunkan nafsu makan dan mengurangi konsumsi pakan seekor sapi perah sehingga menghambat produksi susu sapi tersebut (Sutardi, 1981).
Hasil penelitian menyatakan sapi perah yang berasal dari daerah iklim sedang berproduksi maksimal pada suhu lingkungan antara 1,1-15,5ºC tapi masih dapat berproduksi dengan baik pada kisaran 5-21ºC (Brody, 1945; Hafez, 1968). Apabila suhu melebihi 21ºC, sapi perah asal daerah sedang akan mengalami kesulitan adaptasi dan akan menunjukkan gejala penurunan produksi susu. Jika sapi tersebut diternakkan di daerah tropis dengan suhu lingkungan rata-rata di atas 23ºC, maka produksi susu yang dicapai tidak sebanyak produksi susu di daerah asalnya (Williamson dan Payne, 1978).
Faktor iklim ini masih dapat diatasi dan tidak banyak berpengaruh apabila sapi perah tersebut diberi pakan yang berkualitas tinggi sehingga dapat berproduksi sesuai dengan kemampuannya (Sudono, 1985).
Reade more >>

Kuda Sumbawa

Nama Jenis: Kuda Sumbawa
Kategori: Kuda
Komoditas: Kuda Lokal


Ciri-Ciri kuda sumbawa :
  • Tinggi antara 1-1,25 m.
  • Bentuk tubuh pendek.
  • Dada cukup lebar dan dalam.
  • Tubuh bagian tengah cukup panjang.
  • Kepala lebih besar dari kuda Sumba.
  • Bahu agak tegak.
  • Lengkung tulang rusuk cukup baik.
  • Bentuk kuku cukup baik sedikit lebih besar.
  • Sifat periang.
  • Tipe kuda pekerja.
  • Warna bermacam-macam.
  • Tahan bekerja.


Reade more >>

Kelinci Angora

Nama Jenis: Kelinci Angora
Kategori: Kelinci
Komoditas: Kelinci Hias


Suka dengan kucing anggora? Bulu lembutnya yang panjang dan tebal membuat Anda jatuh hati? Jika iya, maka boleh jadi Anda akan menyukai kelinci anggora. Varian yang satu ini juga memiliki bulu panjang, lembut dan lebat layaknya kucing anggora. Bulu tersebut tumbuh di seluruh bagian tubuh si kelinci. Bahkan pada beberapa jenis, bulu bahkan tumbuh memenuhi muka dan menutupi mata. Kelinci Anggora, sama seperti namanya, berasal dari Kota Ankara (dulu dikenal dengan nama Angora), Turki. Pada pertengahan abad ke-18,kelinci anggora terpopuler sebagai binatang peliharaan keluarga kerajaan Prancis. Dan pada akhir abad ke-18, kelinci jinak ini menyebar ke beberapa bagian Eropa lainnya. Di Amerika Serikat sendiri, kelinci anggora baru dikenal pada awal mula abad ke-20. Mereka diternakkan secara luas untuk diambil bulnya sebagai bahan baku industri. Saat ini kelinci anggora telah tersebar ke seluruh penjuru dunia , termasuk Indonesia. Jenis kelinci anggora cukup variatif. Adapun jenis yang diakui oleh ARBA atau Asosiasi Peternak Kelinci Amerika adalah English Angora Rabbit, French Angora Rabbit, Satin Angora Rabbit dan Giant Angora Rabbit.

The English Rabbit Dan French Angora Rabbit

English Angora Rabbit, atau kelinci anggora Inggris merupakan jenis kelinci anggora yang diakui secara resmi oleh ARBA. Jenis yang satu ini memiliki range berat antara 2,0 sampai 3,5 kilogram. Kelinci anggora Inggris dibagi lagi ke dalam beberapa varian yakni Ruby-eye White, Pointed White, Self English Angora Rabbit, Shaded English Angora Rabbit, Broken English Angora Rabbit dan terakhir Agouti English Angora Rabbit. Keunikan utama jenis kelinci anggora inggris ini adalah bulu tebal dan lembutnya yang  menutupi seluruh permukaan tubuh bahkan sampai ke telinga dan wajah. Bagian yang tersisa hanya hidung, mulut dan juga telapak kaki. Kelinci ini merupakan jenis kelinci anggora termini. Dahulu ia disatukan dengan jenis French Angora Rabbit atau kelinci anggora prancis. Namun pada tahun 1944 mereka resmi dipisahkan menjadi dua varian kelinci anggora.

Jenis kelinci anggora selanjutnya adalah kelinci anggora prancis. Range beratnya berkisar di angka 3,5 kilogram sampai 4,5 kilogram. Adapun varian dari kelinci anggora prancis yang diakui oleh ARBA antara lain Agouti French Angora Rabbit, Pointed White French Angora Rabbit, Self French Angora Rabbit, Shaded French Angora Rabbit, Ticked French Angora Rabbit, Wide French Angora Rabbit, Band French Angora Rabbit  dan Brown Broken French Angora Rabbit. Kelinci ini berbeda dari jenis anggora inggris. Perbedaan utamanya adalah pertumbuhan bulu. Jika pada inggris, bulu memenuhi hampir semua permukaan tubuh. Maka pada anggora prancis, telinga dan wajahnya masih sama dengan kelinci pada umumnya. Bagian berbulu lebat dan lembut hanya pada badan saja. Determinasi warna pada kelinci anggora jenis ini ada pada wajahnya dan juga ekor.

Giant Angora Rabbit dan Satin Angora Rabbit

Jenis kelinci anggora lainnya adalah Giant Angora Rabbit. Range beratnya mulai 4,5 kilogram dan bisa lebih. Adapun varietasnya hanya Ruby-eyeWhite (REW) Giant Angora atau biasa juga disebut “albino”, sebab pigmen warna tidak hadir di genetik kelinci jenis ini. Jadi semua kelinci anggora raksasa berwarna putih. Kelinci anggora jenis ini memproduksi bulu jauh lebih banyak jika dibandingkan dengan inggris, satin, dan French angora rabbit. Namun, seperti jenis kelinci raksasa lainnya, giant anggora tumbuh cukup lambat . Dibutuhkan waktu yang cukup lama agar kelinci giant anggora mencapai usia dewasa.


Jenis kelinci anggora terakhir adalah satin angora rabbit. Beratnya berkisar di angka 3,0 kilogram sampai 4,5 kilogram. Adapun varian kelinci anggora satin ini antara lain agouti sating angora rabbit, pointed white angora rabbit, self satin angora rabbit, shaded satin angora rabbit, sicked satin angora rabbit, wide band satin angora rabbit. Kelinci angora jenis satin diperoleh dari perkawinan silang antara kelinci satin biasa dengan kelinci anggora prancis. Banyak yang mengatakan bahwa di antara semua jenis bulu kelinci anggora yang ada, si satin inilah yang bulunya tak mudah putus. Karena itu ia dianggap sebagai penghasil benang atau bulu yang paling berkualitas
Reade more >>

Kucing Cornish Rex

Nama Jenis: Kucing Cornish Rex
Kategori: Hobbies
Komoditas: Kucing

Kucing Cornish Rex merupakan jenis kucing domestik berbulu pendek, bahkan sangat pendek, dan keriting, yang terjadi akibat adanya mutasi genetik pada nenek moyang mereka, yaitu seekor anak kucing yang terlahir sekitar tahun 1950-an di sebuah area pertanian di Cornwall, Inggris. Maka dari itu kucing jenis ini diberi nama Cornish yang merupakan serapan dari kata "Cornwall". Anak kucing tersebut yang dideskripsikan merupakan seekor anak kucing jantan dengan bulu berwarna krem yang diberi nama Kallibunker, memiliki penampilan yang tidak biasa yaitu berbulu keriting. Melihat keunikan anak kucing berbulu keriting tersebut, ketika si kucing sudah beranjak dewasa, sang pemilik pun mengawinkannya lagi dengan induknya. Dari hasil kawin anak dan induk tersebut lahirlah seekor anak kucing jantan dan seekor anak kucing betina yang keduanya berbulu keriting. Yang betina diberi nama Lamorna Cove dan yang jantan diberi nama Poldhu. Lamorna Cove kemudian dibawa ke Amerika dan dikawinsilangkan dengan seekor kucing Siam di sana. Kucing Cornish Rex memiliki penampilan yang bisa dibilang sangat mirip dengan kucing Devon Rex. Namun proses mutasi yang terjadi pada mereka jauh berbeda. Sehingga dilarang melakukan persilangan anatra kedua jenis kucing ini.


Warna bulu kucing Cornish Rex serta polanya sangat beragam. Menurut standar yang sudah ditetapkan kucing ini boleh memiliki warna solid (putih, hitam, cokelat, oranye, biru, lilac, dan krem), semua jenis warna tabby, bicolor, tortoiseshell, smoke, dan bahkan colorpoint seperti standar kucing Siam. Kucing Cornish Rex termasuk jenis kucing hypo-allergenic. Hal ini bukan dikarenakan bulunya yang pendek, melainkan karena memang tubuh si kucing menghasilkan alergen yang jauh lebih sedikit dibandingkan dengan kucing jenis lainnya. Sehingga kucing ini banyak disarankan bagi penderita alergi kucing yang ingin memelihara kucing. Temperamen kucing Cornish Rex cenderungsenang bermain serta ceria sampai usia tuanya. Beberapa kucing dari jenis ini senang main lempar tangkap, balapan lari, dan melakukan lompatan akrobatik. Kucing ini juga dikenal senang bertualang dan sangat cerdas. Mudah beradaptasi dengan lingkungan baru, penuh rasa ingin tahu, dan senang mengeksplorasi tempat yang dihuninya. So, jangan heran jika si kucing tiba-tiba ditemukan berada di dalam mesin cuci atau nangkring di atas kulkas. Konon, kucing ini adalah peliharaan yang paling cocok untuk anak-anak yang punya sifat pemalu. Kucing jenis ini cenderung memiliki kerentanan atau tidak begitu bersahabat dengan obat bius. Obat bius tertentu terkadang dapat membunuh si kucing jika tidak diberikan secara hati-hati
Reade more >>

Anjing Pomeranian

Nama Jenis: Anjing Pomeranian
Kategori: Hobbies
Komoditas: Anjing

Anjing Pomeranian adalah salah satu ras anjing spitz (berbulu tebal dan panjang, daun telinga agak kecil dan tegak) yang berasal dari Jerman. Nama pomeranian diambil dari sebuah provinsi tua di Jerman yang bernama Pomerania. Pada pertengahan tahun 1800-an, ras anjing ini dibawa ke Inggris dan pada akhir tahun 1800-an mulai dikenal di daerah Amerika Serikat. Ras anjing ini dikenal cukup sukses di dalam beberapa aktivitas yang melibatkan anjing, contohnya kompetisi kepatuhan dan terapi menggunakan anjing.Nenek moyang dari Pomeranian adalah anjing penggembala domba di Eropa yang bertubuh lebih besar.Pomeranian yang ada saat ini merupakan anjing yang berukuran sangat kecil, berat ±1,5-3,5 kg dan tinggi 20-28 cm.Kepalanya bulat, tengkorak pendek, mata gelap, dan ekor berbulu lebat. Anjing ini memiliki dua lapis bulu, yaitu bagian dalam yang lembut dan padat, serta bulu lapisan luar yang panjang dan lurus. Bulu pada lapisan luarnya cenderung lebih mengembang ke arah luar tubuh dibandingkan melekat pada tubuhnya. Warna anjing ini dapat berupa coklat, jingga, krem, hitam, merah, ataupun campuran beberapa warna.

Reade more >>

DOMBA

Nama Jenis: Domba Garut
Kategori: Domba
Komoditas: Domba Petarung

Awalnya pertandingan seperti ini dinamakan adu domba, tapi sejak tahun 1970 sudah diganti menjadi seni ketangkasan. Image adu domba dirasa terlalu negatif, berbenturan dengan agama. Sementara Garut adalah salah satu sentra Islam, yang di dalam ajarannya dilarang untuk melakukan adu hewan. Maka kemudian nama adu domba diganti menjadi seni ketangkasan. Dulu, memang adu domba sering dilakukan sampai salah satu domba mati, tapi sekarang beberapa aturan diubah. Kematian domba karena seni ketangkasan bisa dikatakan tidak ada lagi.
Seekor domba garut bisa menghantam semua benda di sekitarnya yang dianggap bisa mengganggu. Insting bertarung domba garut sangat tinggi. Bahkan, ketika dimasukkan ke dalam kandang pun seringkali kandang ikut diseruduknya. Maka perlu kayu khusus untuk membuat kandang si pemberani yang satu ini agar tidak jebol. Domba garut memiliki keinginan berkelahi yang tinggi, itulah yang membuatnya mahal.
Kebiasaan melakukan adu domba garut konon berasal dari anak-anak penggembala yang gemar mengadu domba-domba mereka di pinggir hutan. Orang-orang banyak yang berdatangan dan menjadikannya tontonan yang menarik. Lantas seni ketangkasan domba garut ini menjadi semacam budaya.
Domba jenis ini bisa dibilang merupakan domba paling langka di dunia. Varietas domba garut terbentuk dari persilangan tiga jenis domba, yaitu domba Merino, domba Kaapstad, dan domba lokal. Domba Merino didapat dari pemberian Ratu Belanda ketika itu. Sedangkan domba Kaapstad didapat dari pedagang-pedagang Arab.
Pehobi domba garut memiliki jadwal latihan dan jadwal kontes rutin untuk menyalurkan hobi mereka. Latihan dilakukan seminggu sekali sedangkan kontes dilakukan sebulan sekali. Hampir di tiap kota kabupaten di Jawa Barat terdapat pamidangan, yaitu tempat laga seni ketangkasan.
Emis Rukanda, salah satu pehobi seni ketangkasan domba garut mengaku rutin mengikuti latihan dan kontes yang ada. ”Pertandingan terdiri dari beberapa kelas tergantung bobot badan domba. Kelas A untuk domba dengan bobot lebih dari 75 kg, kelas B untuk bobot 65-75 kg, sedangkan kelas C untuk domba berbobot kurang dari 65 kg,” jelas Rukanda. Satu pertandingan maksimal dilakukan sampai dua puluh kali tumbukan dengan pemberian waktu istirahat pada tumbukan ke-15.
Ada beberapa kriteria yang dijadikan penilaian oleh juri dalam seni ketangkasan ini, yaitu adeg-adeg, teknik pemidangan, teknik bertanding, kesehatan, dan keberanian. Adeg-adeg adalah postur tubuh, termasuk di dalamnya penampakan wajahnya: ganteng atau tidak? Kalau ganteng maka nilainya naik 
Domba yang menang dalam kontes akan mendapatkan hadiah, tetapi bukan berupa uang tunai, melainkan barang-barang seperti TV dan sapi. Hadiah-hadiah ini tidak terlalu berharga dibanding sertifikat yang diberikan. Sertifikat ini dapat membuat harga domba pemenang berlipat-lipat.
Harga dari domba garut petarung tergantung dari genetisnya dan prestasi dari si domba. Domba garut yang merupakan peranakan dari pemenang hebat akan memiliki harga tinggi. Domba yang pernah menang liga seni ketangkasan juga memiliki harga yang lebih mahal karena ada sertifikat yang menyatakan domba itu pernah menang.
Ada domba garut yang dijual dengan harga menembus seratus juta rupiah. Rata-rata domba garut biasa dijual dengan harga sekitar 3-5 juta. Untuk domba garut yang merupakan bibit bagus, artinya peranakan dari domba garut petarung hebat, bisa dihargai 10-15 juta. Sedangkan untuk domba bersertifikat dari kelas A bisa dihargai 20 sampai 30 juta.


Reade more >>

Bebek Aylesbury

aylesbury 2 300x276 Bebek Aylesbury
Bebek Aylesbury merupakan jenis bebek yang diternakkan untuk diambil dagingnya dan dipelihara untuk dijadikan bebek hias, sehingga penampilan bulunya harus bagus. Bulunya berwarna putih dan kaki berwarna oranye.
Banyak orang mengira setiap bebek putih merupakan jenis bebek aylesbury tetapi tidak demikian, karena bebek yang memiliki sedikit corak berwarna oranye atau kuning, sudah tercampur keturunannya dengan jenis bebek peking.
aylesbury f  Bebek Aylesbury
Jenis bebek ini cirinya adalah perutnya menyentuh tanah ketika bebek ini berdiri diam.
Bebek aylesbury adalah jenis bebek yang langka. Yang sering dijumpai orang adalah jenis bebek aylesbury yag telah disilangkan dengan jenis bebek pedaging yang lain. Karena orang mengira jika bebek itu berwarna putih maka akan dikira dan disebut sebagai bebek aylesbury.
Aylesbury Duck Web 300x214 Bebek Aylesbury
Jenis bebek aylesbury ini dikembangkan pada awal abad ke 18 di kota aylesbury selatan London. Lambang kota ini juga adalah bebek aylesbury
Setelah dikenal jenis bebek peking pada tahun 1873, jenis bebek aylesbury sudah disilangkan sehingga jenis bebek aylesbury ras murni sulit dijumpai. Pada saat ini telah banyak dijumpai penangkaran jenis bebek aylesbury ras murni
Aylesburyducks4 232x300 Bebek Aylesbury
Reade more >>

Link List

JS