Ads 468x60px

Jumat, Oktober 04, 2013

DOMBA

Nama Jenis: Domba Garut
Kategori: Domba
Komoditas: Domba Petarung

Awalnya pertandingan seperti ini dinamakan adu domba, tapi sejak tahun 1970 sudah diganti menjadi seni ketangkasan. Image adu domba dirasa terlalu negatif, berbenturan dengan agama. Sementara Garut adalah salah satu sentra Islam, yang di dalam ajarannya dilarang untuk melakukan adu hewan. Maka kemudian nama adu domba diganti menjadi seni ketangkasan. Dulu, memang adu domba sering dilakukan sampai salah satu domba mati, tapi sekarang beberapa aturan diubah. Kematian domba karena seni ketangkasan bisa dikatakan tidak ada lagi.
Seekor domba garut bisa menghantam semua benda di sekitarnya yang dianggap bisa mengganggu. Insting bertarung domba garut sangat tinggi. Bahkan, ketika dimasukkan ke dalam kandang pun seringkali kandang ikut diseruduknya. Maka perlu kayu khusus untuk membuat kandang si pemberani yang satu ini agar tidak jebol. Domba garut memiliki keinginan berkelahi yang tinggi, itulah yang membuatnya mahal.
Kebiasaan melakukan adu domba garut konon berasal dari anak-anak penggembala yang gemar mengadu domba-domba mereka di pinggir hutan. Orang-orang banyak yang berdatangan dan menjadikannya tontonan yang menarik. Lantas seni ketangkasan domba garut ini menjadi semacam budaya.
Domba jenis ini bisa dibilang merupakan domba paling langka di dunia. Varietas domba garut terbentuk dari persilangan tiga jenis domba, yaitu domba Merino, domba Kaapstad, dan domba lokal. Domba Merino didapat dari pemberian Ratu Belanda ketika itu. Sedangkan domba Kaapstad didapat dari pedagang-pedagang Arab.
Pehobi domba garut memiliki jadwal latihan dan jadwal kontes rutin untuk menyalurkan hobi mereka. Latihan dilakukan seminggu sekali sedangkan kontes dilakukan sebulan sekali. Hampir di tiap kota kabupaten di Jawa Barat terdapat pamidangan, yaitu tempat laga seni ketangkasan.
Emis Rukanda, salah satu pehobi seni ketangkasan domba garut mengaku rutin mengikuti latihan dan kontes yang ada. ”Pertandingan terdiri dari beberapa kelas tergantung bobot badan domba. Kelas A untuk domba dengan bobot lebih dari 75 kg, kelas B untuk bobot 65-75 kg, sedangkan kelas C untuk domba berbobot kurang dari 65 kg,” jelas Rukanda. Satu pertandingan maksimal dilakukan sampai dua puluh kali tumbukan dengan pemberian waktu istirahat pada tumbukan ke-15.
Ada beberapa kriteria yang dijadikan penilaian oleh juri dalam seni ketangkasan ini, yaitu adeg-adeg, teknik pemidangan, teknik bertanding, kesehatan, dan keberanian. Adeg-adeg adalah postur tubuh, termasuk di dalamnya penampakan wajahnya: ganteng atau tidak? Kalau ganteng maka nilainya naik 
Domba yang menang dalam kontes akan mendapatkan hadiah, tetapi bukan berupa uang tunai, melainkan barang-barang seperti TV dan sapi. Hadiah-hadiah ini tidak terlalu berharga dibanding sertifikat yang diberikan. Sertifikat ini dapat membuat harga domba pemenang berlipat-lipat.
Harga dari domba garut petarung tergantung dari genetisnya dan prestasi dari si domba. Domba garut yang merupakan peranakan dari pemenang hebat akan memiliki harga tinggi. Domba yang pernah menang liga seni ketangkasan juga memiliki harga yang lebih mahal karena ada sertifikat yang menyatakan domba itu pernah menang.
Ada domba garut yang dijual dengan harga menembus seratus juta rupiah. Rata-rata domba garut biasa dijual dengan harga sekitar 3-5 juta. Untuk domba garut yang merupakan bibit bagus, artinya peranakan dari domba garut petarung hebat, bisa dihargai 10-15 juta. Sedangkan untuk domba bersertifikat dari kelas A bisa dihargai 20 sampai 30 juta.


0 komentar:

Posting Komentar

Link List

JS